Sejujurnya ini bukan kali pertama saya mengalami hal serupa, Hubungan pertemanan yang seharusnya dekat namun dengan sejalannya waktu pasti akan merenggang entah itu karena pekerjaan, percintaan, atau bahkan kehadiran sosok orang lain yang lebih menyenangkan. Hidup bukan hanya tentang bagaimana cara agar terus menjadi teman yang baik bagi seseorang tapi hidup adalah ketika kita bisa bangkit dari keterpurukan. Namun mau bagaimanapun juga teman hanyalah sebatas teman yang nantinya akan pergi seiring berjalanya waktu, memang kita tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain namun kita juga masih bisa hidup tanpa bergantung pada orang lain.
Tahun 2015 lebih tepatnya ketika saya kelas 2 SMP, saya bertemu seorang sahabat perempuan yang bisa dibilang kita layaknya adik kakak yang saling support apapun keadaanya, Setelah lulus dari SMP hubungan kita masih masih dekat hingga dia lulus SMK di tahun 2020 dan saya lulus di tahun 2021, kenapa begitu? karena saya sempat keluar dari sekolah lama saya dan pindah ke sekolah lain, jadi saya mengulang dan lulus di tahun 2021. Setelah lulus dari bangku pendidikan di 2020 dia memilih untuk bekerja di suatu Coffee shop di jogja, awalnya hubungan kita masih sempat dekat dan akhirnya dia menemukan circle pertemanan yang baru yang mana mungkin lebih asik dari persahabatan kita, lambat laun hubungan persahabatan kita semakin merenggang dan akhirnya kita tidak pernah saling bertukar kabar. Ya wajar juga orang dia juga bekerja pastikan sibuk, saya pikir waktu itu. Namun setelah dilihat dari media sosial sahabat saya sepertniya bukan hanya tentang waktu tapi tentang orang orang baru yang datang di hidup kita.
Sampai akhirnya di pertengahan tahun 2022 saya menemukan lagi orang lain yang bisa dibilang sekarang sedang menjadi sahabat saya, namun ada beberapa hal yang mungkin tidak bisa saya sebutkan yang mungkin suatu saat nanti alurnya persahabatan saya akan sama seperti persahabatan saya dengan sahabat saya dulu. Tapi menurut saya itu sudah jadi hal yang wajar bagi saya dan itupun tidak menjadi masalah bagi saya. Di dalam hidup orang datang dan pergi itu sudah jadi hal yang wajar, toh nantinya orang terdekat kita cepat atau lambat akan pergi entah kemana tau bahkan meninggalkan kita untuk selama lamanya.
Jadi jangan takut untuk kehilangan orang lain fren, itulah hidup fren seseorang pasti datang dan pasti juga akan pergi. Selagi masih bisa makan dan punya tempat tinggal kita tidak perlu terlalu bergantung pada orang lain apalagi teman, sahabat, ataupun pacar. percayalah orang orang yang akan membantu kita disaat kita sedang dalam keadaan terpuruk hanyalah keluarga, apalagi orang tua, mereka yang bersama kita sejak kita kecil hingga membiayai kita sampai bisa menjadi sampai sekarang. mungkin tidak setiap waktu kita bersama orang tua kita tapi jikalau kita sedang sakit atau membutuhkan sesuatu apa orang lain yang akan membantu kita? mungkin terdakadang iya, tapi apa orang lain dapat membantu kita seperti orang tua kita membantu kita?
Mungkin saat kita masih muda kita lebih mengutamakan "solidaritas" diatas segalanya tapi apakah "kesolidaritasanmu" yang akan membantumu meraih kesuksesan dimasa depan? bisa jadi iya, tidak munafik juga relasi itu sangatlah penting. Tapi dibalik itu semua siapa yang berperan paling penting dalam hidup kita hingga menjadi sampai sekaranng?
Tapi kita jangan pernah melupakan kebaikan, kebersamaan, kebahagaiaan saat kita bersama teman teman kita juga fren, mau bagaimanapun mereka, mereka juga pernah menjadi bagian dalam hidup kita. Intinya jangan pernah lupakan teman yang datang disaat kita terpuruk tapi jangan menjadikan "pertemanan" diatas keluarga, mau sehancur apa keluarga kita, mau seburuk apa keluarga kita jika tidak ada mereka mungkin kita tidak akan pernah hadir di dunia ini. Entah saat ini kita sedang merasa kacau atau mungkin sedang bahagia dengan kehidupan kita sekarang 2 hal itu yang membentuk kita sampai di titik ini. Tanpa mengurangi rasa hormat, kucapkan terimaksih banyak kepada semua orang yang pernah hadir di dalam hidupku di saat aku sedang terpuruk maupun sedang bahagia.


